Kare kambing di depan kos uenak murah

Hari ini lumayan menyenangkan. Tadi pagi orang-orang sekantor pada ribut nyiapin toko buat kunjungan mister bule dari Jakarta yang konon katanya bakal inspeksi ke Giant Malang. Seperti biasa, seminggu sebelum sang mister bule datang para kurcaci disuruh lembur kerja malam untuk mbersiin ini itu, nyiapin banner macem-macem, animasi (yang sama sekali gak animate, soale gak gerak blas), dan aku yang IT support ini disuruh bekutekan dengan keyboard mengkopi file-file dbf dari server menulis script SQL dan memasukkannya ke Excel supaya para manager bisa memberikan laporan yang baik-baik kepada sang mister bule yang mahakuasa itu. Diam-diam aku kasian juga sama sang mister bule, jauh-jauh dari Jakarta malah ditipu dengan tampilan toko yang cemerlang dan laporan yang bagus-bagus, meski sebenarnya keadaan di hari-hari biasa sudah lumayan bagus dibanding dengan hypermart atau carefour.
Aku harus pulang agak telat dari rencana. Pengennya aku jam 3 tet, pulang. Atau kalaupun pulang jam 4 atau lebih, pengennya yang satu jam itu aku pakai buat jalan-jalan di toko. Liat ini itu, perubahan2 apa saja yang sudah dibuat oleh para kurcaci kerajaan Giant, dan biasanya aku senang liat apa pun yang mereka buat. Tapi nyatanya spv ku telat satu jam sampai jam empat baru datang ke kantor. Jadi aku harus tetap onlen, jaga-jaga kalo ada masalah.
Sepulang kantor, aku mandi, ngrendem pakaian trus tiduran sebentar sambil baca Olenka. Nah, berhubung aku cuma pake celana kolor saja, aku pun terancam mengidap masuk angin yang dibuktikan dengan aliran gas yang berdebam-debam. Kalo aku ingat-ingat lagi aku memang belum makan nasi sejak pagi. Cuma sempat minum kopi satu gelas, makan keripik nangka, mede, keciput, sama roti kabin yang kemarin dikasih supplier buat test produk. eh iyo, tambah cilok sak bungkus sama telur puyuh.
Nah, daripada masuk angin tambah parah, aku putuskan beli makan di warung depan kosan. Biasanya sih aku beli nasi campur tambah tahu tempe. Tapi berhubung aku nglirik orang lain lagi makan kare dengan lahap, aku jadi pengen. Karena itulah aku putuskan makan kare kambing sambil berpikir sekali-sekali makan agak mewah gak papa kan?
Aku pun makan dengan lahap dan rasa karenya benar-benar muantap. Apalagi cuaca lagi dingin-dinginnya gara-gara gerimis gak berhenti-berhenti. Kuahnya yang gurih bersantan-santan itu semacam jaminan kalau habis ini kadar kolesterol aku naik 200 poin, trus daging kambingnya yang betul-betul lunak (sampai-sampai dagingnya copot dari tulang) dijamin membuat tekanan darah naik sampai ke ubun-ubunnya gunung semeru, dan sambelnya yang sangat pedas memberikan gambaran panasnya api neraka kalau-kalau sehabis makan ini kare kita pada kena serangan jantung. Singkat kata, karenya uenak puool. Memakannya seolah memberikan aku wewenang untuk mengambil pose pongah ala tuan tanah yang sukses dengan kebun kopinya pada jaman penjajahan. Walau sebenarnya dengan kondisi tubuhku yang rentan akan darah tinggi dan kolesterol membuat sang kare ini bergelimang dosa seperti halnya tuan tanah yang menggagahi pembantunya.
Acara makan kare itu aku akhiri dengan dua buah salak dan teh panas yang membuat badanku jadi anget. Setelah makan ini semua aku baru sadar kalo aku tadi belum ke ATM buat ngambil uang. Jadi dengan ndredeg aku tanya sama paklik penjual kare sambil berdoa moga-moga beliau ngijinin aku utang.
“paklik, pinten? kare setunggal, krupuk gangsal, tahu satunggal, salak kalih, trus teh panas setunggal”
sang paklik menghitung-hitung sebentar,
“pitung ewu dik”
plong! aku langsung berdoa supaya paklik ini masuk surga.

Hello world!

I was about to cry “oooek oooek ooek”, but it is tooo jadul. I’ve done it 26 years ago.

Btw, aku pakai bahasa manasuka saja deh, soalnya aku ilat jowo ngoko puooll, kadang-kadang yo iso sih bahasa Enggres, tapi yo kadang-kadang, lek gak udan opo angin gak gede.

Nah, karena aku pada dasarnya orang pemalas akut, jadi aku gak janji deh sehabis ini aku bakal ngisi lagi. So, ngapain aku bikin blog? itu karena eh karena aku adalah seorang kapiten. Huikikikikikikikikikik.  (jaran bek’e)

Katanya orang seh, kalo blog itu bisa buat bagi-bagi pandangan dunia  dengan orang-orang lain. Tapi aku kok males yo ngomong sing lincip-lincip saiki, wis ngantuk iku opo.

Wis, sing penting aku duwe blog, arep tak isi opo yo sak karepku tah. Mengko lek kadung sumpek tak isi Carmen Electra ae. Lah oyi toh…


Brain: Pinky, are you pondering what I’m pondering?
Pinky: I think so, Brain, but i don’t know…